PANDANGAN HUKUM ISLAM TERHADAP IMPLEMENTASI PEMBAYARAN NAFKAH IDDAH DAN MUT’AH DALAM CERAI TALAK (Studi Kasus Pengadilan Agama Kelas 1 A Watampone)

Annisa, Nur Afifah (2020) PANDANGAN HUKUM ISLAM TERHADAP IMPLEMENTASI PEMBAYARAN NAFKAH IDDAH DAN MUT’AH DALAM CERAI TALAK (Studi Kasus Pengadilan Agama Kelas 1 A Watampone). Other thesis, IAIN Bone.

[img] Text
combinepdf.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai pandangan hukum islam terhadap implementasi pembayaran nafkah iddah dan mutah dalam cerai talak (Studi Kasus Pengadilan Agama Kelas 1 A Watampone). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Pembayaran Nafkah Iddah Mu’tah dalam Cerai, faktor penghambat dan faktor pendukung pelaksanaan pembayaran nafkah iddah dan mutah dalam cerai talak dan pandangan hukum islam dalam pelaksanaan pembayaran nafkah dan iddah mutah dalam cerai talak di Pengadilan Agama Kelas 1 A Watampone. Jenis penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Peneliti yang secara langsung mengumpulkan informasi- informasi yang didapat dari orang yang diwawancarai atau informan terkait dengan pandangan hukum islam terhadap implementasi pembayaran nafkah iddah mu’tah dalam cerai talak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pelaksanaan pembayaran nafkah iddah mutah dalam cerai talak di pengadilan agama kelas 1 A Watampone adalah dengan menanyakan kepada para pihak yang berperkara dan melihat kemampuan suami melalui pekerjaan dan penghasilan suami setiap harinya. Hakim memiliki pertimbangan yang berbeda dalam menentukan besaran nafkah iddah dan mutah. Perbedaan tersebut yaitu dalam menentukan nafkah iddah dilihat dari kebiasaan suami memberikan nafkah kepada isteri setiap harinya. Sedangkan dalam menentukan nafkah mutah dapat dilihat dari lamanya usia perkawinan. 2) Penghambat dan faktor pendukung pelaksanaan pembayaran nafkah iddah dan mutah dalam cerai talak di Pengadilan Agama Kelas 1 A Watampone yakni faktor internal dan ekternal. Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari personal seorang suami yang dipengaruhi oleh latar belakang yang bervariasi seperti, pendidikan, semakin tinggi pendidikan maka semakin tinggi pula tingkat ketaatan dan kepatuhan terhadap hukum sehingga proses pelaksanaan iddah dan muta’h suami terhadap mantan istri dapat terlaksana dengan baik. Sedangkan faktor eksternal yaitu faktor yang ada di pengadilan agama, seperti kurangnya kontrol atau pengawasan dari pihak pengadilan memberikan peluang untuk tidak terlaksananya iddah dan mutah suami ini dengan baik. Hal tersebut terjadi karena adanya sebuah pengaduan mantan istri terhadap suami. Artinya ketika tidak terjadi pengaduan dari sang mantan istri tentunya hal ini tidak diketahui Pengadilan Agamakah iddah dan mutah tersebut dibayar atau tidak dibayarkan oleh mantan suami. 3) pelaksanaan pembayaran nafkah iddah dan mu’tah dalam cerai talak di pengadilan agama kelas 1 A Watampone landasan yang kuat ditinjau dari sisi hukum islam. Artinya pelaksanan mutah tersebut selaras dengan pengadilan agama yang disyariatkan oleh Allah. Landasan hukum islam digunakan oleh pengadilan agama Watampone dalam menetapkan putusan tentang kewajiban suami dalam memberikan mutah sedangkan yang berkaitan dengan kadar dan ukuran yang harus dibayarkan oleh suami kepada istri pasca perceraian.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Skripsi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum Islam (FSHI) > Program Studi S-1 Hukum Keluarga Islam (HKI)
Depositing User: IAIN BONE
Date Deposited: 14 Jun 2021 00:14
Last Modified: 14 Jun 2021 00:14
URI: http://repositori.iain-bone.ac.id/id/eprint/463

Actions (login required)

View Item View Item